Fenny Martha Dwivany
Pada kegiatan pengabdian Masyarakat sebelumnya, Desa Bukti, Buleleng, Bali menjadi lokasi sasaran kami untuk peningkatan ketahanan pangan dengan tanaman pisang sebagai komoditas. Kebutuhan tanaman pisang di Bali sangat besar, bukan hanya sebagai tanaman pangan, namun juga digunakan sebagai kabutuhan acara besar adat dan keagamaan. Semua bagian dari tanaman pisang dimanfaatkan dengan baik. Pada akhir tahun 2022 hingga awal 2024. tanaman pisang di Bali mengalami serangan Blood Disease Banana (BDB) atau dikenal juga sebagai penyakit darah pada pisang. Penyakit BDB disebabkan oleh bakteri Ralstonia syzygii subsp.celebesensis felotipe IV yang dapat menyebabkan tanaman mati atau menghasilkan buah pisang yang tidak dapat dikonsumsi. Akibat penyakit ini, produksi pisang di Desa Bukti, Bali mengalami penurunan yang sangat signifikan. Sebagian besar lahan yang semula ditanam oleh tanaman pisang harus di kosongkan, dibakar dan diberikan pengobatan agar tanah sehat kembali dan dapat dilakukan penanaman secepatnya. program pengabdian masyarakat kami tahun ini memiliki sasaran untuk melakukan penanaman kembali tanaman pisang di lahan desa binaan kami, yaitu di Desa Bukti, Buleleng, Bali. Hal ini bertujuan agar kebutuhan masyarakat terhadap pisang terutama sebagai bahan pangan dapat segera terpenuhi. Fokus kegiatan kali ini yaitu melakukan penanaman bibit tanaman pisang yang sudah dipastikan sehat dan memiliki kualiatas unggul di lahan yang tentunya akan kami pantau secara kualitas dan kesehatan tanahnya. Agar tanaman yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas pangan yang baik.
Petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Bukti dapat memanfaatkan lahan pertanian seoptimal mungkin dengan penyediaan bibit unggul yang sehat
Kelompok Tani di Desa Bukti, Buleleng, Bali