Mohamad Nur Heriawan
Kabupaten Jember memiliki karakter bentang alam yang unik dan jarang ditemukan di wilayah lain di Indonesia, yaitu keberadaan ratusan gumuk volkanik yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten. Fenomena geomorfologi ini merupakan produk longsoran raksasa dari bagian barat Gunung Raung, salah satu gunung api aktif di Jawa Timur. Berdasarkan kajian terdahulu, longsoran tersebut menghasilkan endapan material volkanik dengan volume mencapai sekitar 25 km³ dan luas sebaran lebih dari seribu kilometer persegi, menjadikannya salah satu fenomena longsoran gunung api terbesar keempat di dunia menurut Siebert (2002). Potensi geologi yang sangat menonjol ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi publik, pariwisata, maupun konservasi sumber daya alam dan budaya. Dalam dua tahun terakhir, melalui skema Riset Unggulan ITB tahun 2021 dan 2022. telah dilakukan pemetaan spasial dan temporal terhadap sebaran gumuk di wilayah Jember, baik pada zona proximal maupun zona distal. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa dari 480 gumuk yang teridentifikasi pada tahun 2000. sekitar 13% telah ditambang hingga tahun 2020. sedangkan gumuk-gumuk berukuran lebih kecil terus teridentifikasi melalui citra satelit dan foto udara resolusi tinggi. Kondisi ini menegaskan urgensi penyusunan konsep pengelolaan gumuk secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai sumber bahan galian sirtu, tetapi juga sebagai objek geowisata dan eduwisata yang bernilai strategis. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menyusun konsep geowisata dan eduwisata berbasis potensi geologi dan pertambangan di Kabupaten Jember yang dikenal sebagai Kota Seribu Gumuk. Melalui pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini mencakup penyusunan konsep geowisata, pemetaan gumuk serta bekas tambang potensial, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan diseminasi hasil melalui seminar nasional maupun internasional. Hasil akhir program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman publik mengenai proses geologi purba yang membentuk Jember, tetapi juga mendorong pemanfaatan gumuk sebagai ruang edukasi, konservasi, dan destinasi wisata yang instagramable, berdaya saing, dan berpotensi menjadi warisan dunia di masa mendatang.
Telah dilakukan pemetaan potensi geowisata berbasis gumuk serta sosialisasi ke guru-guru geografi SMP dan SMA di Jember terkait potensi warisan geologi berupa gumuk dari hasil longsoran raksasa Gunung Raung Purba.
Manfaat menjadi paham akan potensi warisan geologi di wilayah Jember yang harus dilakukan konservasi untuk sarana geo-eduwisata.