Anriansyah Renggaman
Program peningkatan ketahanan pangan di Desa Adobala, Flores Timur dilaksanakan melalui pelatihan pertanian regeneratif dan pengelolaan pascapanen berkelanjutan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan utama mencakup pembuatan pupuk organik cair (POC) sistem ember tumpuk, vermikompos, worm trap untuk penyediaan bibit cacing lokal, pembangunan infrastruktur solar dryer untuk pengeringan hasil pertanian serta tong pemasakan pirolisis dan alat pencetak untuk membantu proses pembuatan briket kelapa. Pelaksanaan program menunjukkan ketercapaian yang baik dengan partisipasi lebih dari 50 peserta pelatihan, terbentuknya 1 unit produksi POC dan 1 unit vermikompos skala rumah tangga, serta pelatihan worm trap dalam memperoleh bibit cacing lokal untuk produksi berkelanjutan. Infrastruktur solar dryer alat pembakaran pirolisis dan cetak briket berhasil dioperasikan dan di serahkan kepada masyarakat saat simulasi. Program ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai input organik dan pascapanen, serta mendorong pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bernilai tambah.
Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam mengimplementasikan teknik pertanian regeneratif secara praktis dan aplikatif. Peserta pelatihan tidak hanya memahami konsep perbaikan tanah secara biologis, tetapi juga telah menghasilkan POC, vermikompos, dan biochar secara mandiri. Penerapan worm trap membuktikan masyarakat kini mampu memperoleh bibit cacing tanpa biaya tambahan, sementara produksi POC dan vermikompos mulai digunakan pada lahan pertanian rumah tangga sebagai upaya peningkatan kesuburan tanah dan pengurangan biaya produksi. Dari sisi teknologi pascapanen dan ekonomi desa, program mencapai luaran penting berupa solar dryer yang telah digunakan untuk mengeringkan briket dan hasil pertanian secara higienis, serta unit produksi biochar dan briket biomassa yang berhasil dicetak melalui pemanfaatan tong pirolisis. Teknologi tepat guna ini menghasilkan dua capaian sekaligus yakni peningkatan kualitas hasil pascapanen dan bertambahnya peluang usaha desa berbasis biomassa. Keseluruhan capaian tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya menciptakan transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan untuk ketahanan pangan, ekonomi, dan lingkungan.
Bagi petani, proyek ini memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya kesuburan tanah dan teknik pertanian regeneratif sehingga mereka mampu memproduksi pupuk sendiri tanpa ketergantungan pupuk kimia. Ketersediaan teknologi tepat guna membuat biaya produksi berkurang, produktivitas meningkat, dan risiko kegagalan panen akibat penurunan kualitas tanah dapat ditekan. Bagi masyarakat desa, proyek ini menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah menjadi komoditas bernilai tambah seperti pupuk organik dan briket kelapa. Dengan beroperasinya solar dryer, masyarakat dapat meningkatkan mutu pascapanen sehingga produk pertanian memiliki daya jual lebih tinggi dan lebih tahan simpan, mendorong kemandirian ekonomi desa.