Muhammad Yusuf Abduh
Pada tahun 2024 tim pengusul sudah menghibahkan alat pengupas biji kemiri berbahan bakar diesel dan alat ekstraksi minyak kemiri serta melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengupasan dan pengolahan biji kemiri yang baik kepada para petani di Desa Kuneman, Desa Kiraman dan Kecamatan Alor Selatan agar agar dapat meningkatkan nilai tambah pengolahan biji kemiri. Pasca kegiatan pelatihan, para petani sudah mulai mempraktikkan tahapan pengupasan biji yang baik termasuk proses sortasi untuk memisahkan biji yang cacat, pecah dan afkir serta eksktraksi minyak dari biji kemiri afkir. Minyak kemiri yang dihasilkan masih belum dimanfaatkan dan dapat diubah menjadi biodiesel untuk memenuhi kebutuhan diesel alat pengupas biji kemiri berbahan bakar diesel di kecamatan Alor Selatan yang letaknya di daerah pergunungan dan cukip jauh dari pusat kota. Oleh karena itu, pada tahun ini tim pengusul akan memberikan pelatihan dan pendampingan teknologi tepat guna produksi biodiesel dari minyak kemiri afkir untuk digunakan pada alat penguoas biji kemiri berbahan bakar diesel yang suhah pernah dihibahkan sebelumnya oleh tim pengusul. Luaran dari kegiatan ini adalah pengembangan teknologi tepat guna produksi biodiesel dari minyak kemiri afkir. Selain itu kegiatan ini juga akan menghasilkan modul pelatihan dan penyuluhan terkait panduan produksi biodiesel yang baik. Luaran tambahan dari kegiatan ini adalah video pendek dan publikasi artikel pada media daring. Dampak dari kegiatan ini adalah terjalinnya kerjasama yang baik antara masyarakat di Kecamatan Alor Selatan dengan ITB. Strategi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah bekerjasama secara aktif dengan petani, Kepala Desa Kuneman, Kepala Desa Kelaisi Timur serta Camat Alor Selatan. Selain itu, kegiatan in melibatkan 3 mahasiswa S1 Rekayasa Hayati ITB yang akan didaftarkan sebagai peserta MBKM.
Tim sudah mengembangankan dan menghibahkan alat teknnologi tepat guna untuk menghasilkan biodiesel dari minyak kemiri afkir kepada para petani Kemiri di Kleasi Timur.
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah petani kemiri di Desa Kleasi Timur. Petani sudah diberikan alat dan diberikan pelatihan menggunakan teknnologi tepat guna untuk menghasilkan biodiesel dari minyak kemiri afkir. Harapannya, pelatihan dan pemberian alat tersebut dapat mengurangi ketergantungan pertani terhadap bahan bakar diesel yang harus dibeli di Kota Kalabahi dan dapat meningkatkan kesejahtaeraan petani.