Smart Camera for Traffic Safety Monitoring
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Indra Wibowo



Ringkasan Kegiatan

Program pemberdayaan masyarakat pesisir di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, yang dilaksanakan oleh SITH ITB bersama BRIN, bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam membudidayakan teripang pasir (Holothuria scabra) secara berkelanjutan. Pelatihan difokuskan pada aspek teknis budidaya, termasuk pengenalan biologi teripang, teknik pembenihan dasar, penebaran benih berukuran 5–10 gram, pengamatan pertumbuhan, serta penggunaan kurungan tancap di perairan dangkal sebagai sistem pemeliharaan yang efisien. Masyarakat diperkenalkan pada manajemen kualitas lingkungan, suhu, serta pemilihan substrat pasir-lumpur yang sesuai untuk aktivitas makan teripang sebagai deposit-feeder. Pelatihan juga mencakup pengendalian predator alami dan pemahaman peran ekologis teripang dalam bioturbasi dan keseimbangan nutrien dasar laut. Program menyediakan dukungan awal berupa peralatan dan benih, sehingga masyarakat dapat melanjutkan budidaya secara mandiri. Antusiasme masyarakat dan pemerintah daerah menunjukkan potensi teripang sebagai komoditas unggulan baru, meski tetap membutuhkan pengelolaan kawasan pesisir untuk mengurangi risiko pencemaran. Kolaborasi berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan produksi serta membuka peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal.



Capaian

1. Terbentuknya mitra inisiator budidaya yang siap menjadi model awal bagi masyarakat, lengkap dengan pendampingan teknis dari BRIN dan kelengkapan starter budidaya. 2. Meningkatnya pengetahuan dan kapasitas masyarakat mengenai teknik budidaya teripang serta wawasan diversifikasi produk (fermentasi, madu, dan farmasi teripang). 3. Kemandirian dalam pembenihan, pembesaran, dan koordinasi distribusi. 4. Peningkatan produksi teripang budidaya di Desa Medana. 5. Terbentuknya komitmen dan kolaborasi kuat lintas pihak untuk menjadikan teripang sebagai komoditas unggulan desa dan membuka peluang keberlanjutan ekonomi.



Testimoni Masyarakat

1. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan budidaya: Masyarakat memperoleh pelatihan langsung mengenai teknik pembenihan, pembesaran, dan manajemen lingkungan budidaya teripang pasir. 2. Akses terhadap sarana budidaya: Pengadaan benih, kurungan tancap, dan perlengkapan pendukung membantu masyarakat memulai budidaya tanpa hambatan modal awal. 3. Peluang pendapatan baru: Budidaya teripang dan diversifikasi produk olahan membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. 4. Penguatan konservasi ekosistem pantai: Edukasi dan koordinasi desa mendorong pengurangan praktik merusak seperti racun ikan dan limbah pesisir, sehingga ekosistem tetap terjaga. 5. Pemberdayaan, kemandirian desa, dan berkembangnya ekonomi desa: Keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa memperkuat kemampuan desa mengelola komoditas unggulan dan mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis budidaya. 6. Penguatan jaringan sosial dan kolaborasi: Program ini mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, BRIN, dan mitra budidaya untuk mendukung keberlanjutan program. 7. Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan: Munculnya peluang ekonomi baru dan lingkungan yang lebih sehat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.