Solusi Berkelanjutan Penyediaan Air Bersih bagi Desa Gamta, Papua
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Kartib Bayu



Ringkasan Kegiatan

Desain dan tatakelola yang tepat sangat penting untuk menciptakan mina wisata edukasi yang efektif. Desain yang baik tidak hanya harus memperhatikan aspek estetika, tetapi juga kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan lingkungan. Di sisi lain, tatakelola yang baik mencakup pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan fasilitas, serta keberlanjutan programprogram edukasi yang diterapkan. Perancangan desain dan tatakelola mina wisata edukasi dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian alam dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Tujuan dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mengenai Terapan Desain dan Tata Kelola Mina Wisata Edukasi yaitu Merancang desain mina wisata edukasi yang terintegrasi, yang menggabungkan aspek estetika, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan. Menyusun tatakelola mina wisata edukasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan sektor wisata. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian alam, khususnya ekosistem perikanan dan perairan, melalui kegiatan edukasi yang dilakukan di destinasi wisata, Memberikan wawasan dan keterampilan bagi masyarakat setempat dalam mengelola destinasi wisata secara berkelanjutan, serta memanfaatkan potensi alam secara bijak. Metode pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan individual, kelompok, partisipatif dan pendekatan Kolaboratif. Pendekatan metode pembelajaran menggunakan pendekatan orang dewasa “andragogy” dan “participatory”. Prioritas dan tanggung jawab dari pelaksanaan PPM ITB dalam memecahkan permasalahan yaitu Masalah desain tata ruang (Blokplan, siteplan) dan desain bangunan sarana dan prasarana Kawasan Kampung mina wisata edukasi, masalah Sistem Pengelolaan (Tata Kelola) Kawasan Kampung mina wisata edukasi yang lebih professional, masalah pengelolaan dan pemanfataan Kawasan Kampung mina wisata edukasi yang lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi dan dan membuat sarana pemasaran dan promosi baik secara ofline (Poster, Plang, dll) maupun secara online melalui media Digital. Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu Obervasi lapangan, diagnosa masalah dan analisis kebutuhan, perancangan desain/teknologi/aplikasi/model, Pelaksanaan Focus Grouo Discussion, Workshop SDM dan Implementasi tata rruang dan Model Pengelolaan Kawasan Kampung mina Wisata edukasi serta melakukan Pendampingan. Pelaksanaan pengabdian Kepada Masyarakat akan dilaksanakan selama 5 bulan, lokasi kegiatan di Desa Pasir Padang, Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanan kegiatan ini sebesar Rp 50.000.000-, (Lima Puluh Juta Rupiah)



Capaian

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian alam, khususnya ekosistem perikanan dan perairan, melalui kegiatan edukasi yang dilakukan di destinasi wisata sehingga Desain dan tata Kelola dapat diimplemnatasikan 2. Terseianya Desain Tata ruang Kawasan Kampung Mina Wisata Edukasi Desain Tata ruang Kawasan Kampung Mina Wisata Edukasi 3. Tersedianya Model Tata Kelola Kawasan Kampung Mina Wisata Edukasi 4. Tersedia dan telah di setujui dari kementerian kelautan dan Perikan untuk Berdirinya Pusat pelatihan Mandiri Kelautan dan perikanan 5. Telah di setujui dari Perpustakaan Puast untuk berdirinya Taman bacaan masyarakat 6. Telah Publikasikan pada Media Cetak (Koran) dan Video telah di Upload ke Youtube



Testimoni Masyarakat

1. Kampung Cipari telah menjadi rintisan Kawasan mina wisata Edukasi di kabupaten Sumedang yang yang representative dan menarik bagi wisatawan. 2. Pengelolaan Kawasan mina wisata edukasi dilakukan secara benar sebagai usaha pariwisata yang mempunyai nilai tambah bagi sosial ekonomi masyarakat di Kampung Cipari 3. Terjadinya geliat masyarakat perikanan di kampung cipari untuk berusaha perikanan sebagai sumber pendapatan keluarga 4. Meningkatkanya kesadaran masyarakat untuk mengelola usaha perikanan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan keindahan sehingga menarik bagi masyarakat lainnya 5. Pemasaran produksi ikan lebih mudah dan harganya lebih tinggi, karena di jula ke pengujung untuk menu makanan dan juga rekreasi mincing, tangkap ikan, dan masak sendiri di lokasi wisata. 6. Kawasan kampung mina wisata edukasi Cipari menjadi sumber pendapatan masyarakat, sumber pendapatan desa, dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat dan memiliki Dampak multiflier bagi kegiatan usaha lain