Ketut Wikantika
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu krusial yang dihadapi pada skala nasional maupun global. Produksi pertanian saat ini diketahui masih jauh dari kebutuhan pangan global yang diprediksi harus dapat memenuhi 9.6 miliar penduduk dunia pada tahun 2050 mendatang (Tillman, dkk. 2011). Adapun pada tingkat nasional, kebutuhan pangan dan gizi penduduk belum dapat terpenuhi secara menyeluruh, sebagai akibat dari masalah global seperti perubahan iklim, hingga masalah lokal seperti belum tercapainya kemampuan produksi pangan mandiri di berbagai daerah. Sejak tahun 2019. ITB telah menginisiasi program Banana Smart Village (BSV) di Desa Bukti, yang merupakan desa cerdas berbasis pisang dengan tujuan untuk meningkan kesejahteraan masyarakat di Desa Bukti maupun Provinsi Bali melalui pendampingan dan penerapan teknologi tepat guna demi terbangunnya desa yang sejahtera dan mandiri secara berkelanjutan. Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna, berupa sistem irigasi tetes yang didukung dengan sistem Internet of Things (IoT) pada perkebunan buah pisang dan sayuran di kebun BSV di Desa Bukti, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya, di mana instalasi sistem irigasi tetes telah diuji coba di kebun demplot di BSV. Pada tahun 2025 ini, perluasan area instalasi irigasi tetes dilakukan pada 5000m2 lahan pisang dan sayuran, yang didukung dengan automatisasi sistem IoT. Sistem irigasi tetes memungkinkan pengelola kebun untuk mengatur jumlah air yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga pengairan menjadi lebih efisien karena volume air yang dalirkan menjadi seragam, serta mencegah terbuangnya air karena volume pengairan yang berlebihan. Pada tahun ini, kegiatan mulai dilakukan pada Bulan Juli, yang diawali dengan penanaman sayuran dan pisang di kebun BSV. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan instalasi perluasan irigasi tetes dan sistem IoT, serta pemantauan penerapan teknologi. Pada awal November 2025. tanaman sayuran seperti cabai, dan buah pepaya sudah dapat dilihat hasilnya melalui kegiatan panen bersama masyarakat. Melalui program ini, kebutuhan air untuk mengairi tanaman buah dan sayuran di Desa Bukti dapat terpenuhi untuk area dan jumlah tanaman yang lebih banyak, walaupun dengan sumber yang terbatas. Selain itu kondisi tanaman juga tetap terjaga baik pada musim hujan maupun musim kering, karena penyaluran air yang konsisten, yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap tanaman. Hal ini sangat mendukung produktivitas pertanian, terutama buah pisang, pepaya, dan sayuran cabai yang merupakan kebutuhan pangan yang penting dan memiliki tingkat permintaan tinggi di Desa Bukti dan sekitarnya. Perluasan area irigasi ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung lebih banyak lagi kepala keluarga untuk memiliki produksi pertanian mandiri dalam rangka program peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat Desa Bukti, Bali.
Program ini telah berhasil menerapkan perluasan sistem irigasi tetes di kebun BSV seluas 5000m2 yang mengairi tanaman pisang sayuran, dan tanaman lainnya. Irigasi juga telah dilengkapi dengan sistem IoT yang terhubung dengan modem internet sehingga pengairan dapat dilakukan secara otomatis. Hasil dari program dapat dilihat dengan pertumbuhan baik buah dan sayuran dengan baik dan sehat. Pada awal Bulan November 2025. tim dari ITB bersama dengan petani setempat telah memulai kegiatan panen cabai dan pepaya. Adapun tanaman sayuran lainnya dan buah pisang masih terpantau memiliki pertumbuhan yang baik dan tidak terlihat adanya stress pada tanaman. Hal tersebut merupakan bukti bahwa program pengairan telah berhasil mendukung penyaluran air dengan konsisten dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Melalui program pengairan yang lebih efisien dengan sistem irigasi tetes ini, kebutuhan air untuk mengairi tanaman buah dan sayuran di Desa Bukti dapat terpenuhi untuk area dan jumlah tanaman yang lebih banyak, walaupun dengan sumber yang terbatas. Selain itu kondisi tanaman juga tetap terjaga baik pada musim hujan maupun musim kering, karena penyaluran air yang konsisten, yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap tanaman. Hal ini sangat mendukung produktivitas pertanian, terutama buah pisang, pepaya, dan sayuran cabai yang merupakan kebutuhan pangan yang penting dan memiliki tingkat permintaan tinggi di Desa Bukti dan sekitarnya. Perluasan area irigasi ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung lebih banyak lagi kepala keluarga untuk memiliki produksi pertanian mandiri dalam rangka program peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Desa Bukti, Bali.