Sosialisasi dan Pemodelan Sedimentasi untuk Mitigasi Risiko Banjir di Sungai Citarum Ruas Majalaya
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Astri Nur Istyami



Ringkasan Kegiatan

Pemanfaatan bintaro (Cerbera manghas) sebagai bahan baku biodiesel dan biopellet memiliki potensi besar untuk menghasilkan energi terbarukan. Tanaman bintaro dapat tumbuh subur di kondisi lingkungan ekstrem dan tanah yang kurang subur, menjadikannya tanaman yang produktif dan melimpah. Bijinya mengandung asam oleat (C18:1) tinggi, sehingga cocok untuk dijadikan bahan baku biodiesel. Selain itu, bintaro mengandung cerberin, senyawa toksik yang membuatnya tidak dapat dimakan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, pemanfaatan bintaro mencakup proses pengolahan daging buah untuk menjadi biopellet dan penyediaan bahan baku biodiesel. Kegiatan ini juga melibatkan pemberdayaan masyarakat Desa Cikeusi, Sumedang, untuk mengembangkan potensi pemanfaatan bintaro yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui produk biodiesel dan biopellet. Ke depannya, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi alternatif pengolahan bahan baku nabati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.



Capaian

Capaian dari program ini adalah: 1. Diadakan dan diserahkannya unit pengolahan buah bintaro kepada PKBM Al Insan dan Desa Cikeusi, Sumedang 2. Diselenggarakannya kegiatan sosialisasi potensi pemanfaatan bintaro serta demonstrasi unit pengolahan buah bintaro 3. Publikasi di media massa online (Kompas, Pikiran Rakyat, Tribun Jabar) terkait potensi pemanfaatan bintaro serta kegiatan pengabdian masyarakat ini



Testimoni Masyarakat

Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini: 1. menghasilkan biopellet (untuk bahan bakar padat) serta biji bintaro (yang dapat diperah minyaknya menjadi bahan baku biodiesel) sebagai sumber mata pencaharian di Desa Cikeusi 2. memanfaatkan limbah buah bintaro di sepanjang jalan tol 3. menjadi bentuk awal implementasi pertama untuk teknologi pemanfaatan bintaro yang akan terus dikembangkan