Mustika Dewi
Peningkatan produksi hortikultura yang berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selama ini, ketergantungan pada pupuk kimia dan praktik budidaya konvensional telah menyebabkan degradasi lahan, pencemaran lingkungan, dan kerentanan terhadap perubahan iklim. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih penerapan konsep smart farming yang ramah lingkungan berbasis biofertilizer (pupuk hayati/ pupuk organik) pada tanaman hortikultura. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan partisipatif, yang terdiri dari penyampaian materi konsep smart farming dan biofertilizer, demonstrasi penggunaan alat sensor sederhana untuk mendeteksi kandungan unsur hara (N,P,K) kelembapan dan pH tanah, serta praktik pembuatan dan aplikasi berbagai jenis biofertilizer (pupuk organik cair, meta enzim dan pupuk padat). Pelatihan diikuti oleh 30 orang yang berasal dari masyarakat dan kelompok tani yang berdomisili di desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai integrasi teknologi sederhana dan input hayati dalam budidaya. Sebanyak 87% peserta mampu mempraktikkan pembuatan biofertilizer dan memahami prinsip monitoring tanah berbasis sensor. Dampak yang dihasilkan adalah terwujudnya paradigma baru pertanian presisi yang efisien, yang mengoptimalkan input sumber daya sekaligus meningkatkan kesehatan tanah. Disimpulkan bahwa introduksi konsep smart farming ramah lingkungan ini efektif sebagai langkah strategis untuk mentransformasi sistem budidaya hortikultura menuju sistem yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya berkontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan lokal.
1. Peserta pelatihan lebih terbuka wawasannya terkait integrasi smart farming dan penggunaan pupuk organik ramah lingkungan. 2. Peserta pelatihan dapat melakukan praktek secara langsung terkait penggunaan alat sensor yang terhubung dengan aplikasi di smartphone sehingga dapat mendeteksi kandungan unsur NPK, kembapan tanah dan pH pada media tanam. 3. Peserta pelatihan dapat melakukan praktek pembuatan meta enzim, pupuk organik cair dan pupuk padat secara kelompok maupun mandiri, serta aplikasinya pada tanaman hortikultura. 4. Terbentuknya kelompok masyarakat yang terampil dan antusias untuk melanjutkan program PM terkait pembuatan pupuk organik berbasis limbah organik dan sumber daya lokal. 5. Terwujudnya screen house sebagai tempat yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman sayuran dan produksi pupuk organik.
Masyarakat Desa Argo Mulyo mendapatkan pengetahuan terkait konsep smart farming dan keterampilan membuat pupuk hayati, serta aplikasinya pada tanaman sayuran