Rika Alfianny
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis nasional yang banyak di budidayakan di Indonesia. Komoditas ini digunakan secara luas oleh masyarakat, terutama dalam masakan dan produk makanan lainnya. Berdasarkan data dari BPS, konsumsi cabai besar di Indonesia sebesar 636.56 ribu ton pada 2022. Luas panen cabai besar nasional tahun 2021 mencapai 141.906 hektar dan produksi sebesar 1.358.200 ton dengan produktivitas 9.57 ton/ha (BPS, 2022). Produktivitas ini masih jauh di bawah produktivitas cabai dunia yang mencapai 17.46 ton/ha (FAOSTAT, 2023), sedangkan kebutuhan konsumsi nasional sebesar 636.56 ribu ton/tahun sehingga surplus, akan tetapi fluktuasi produksi cabai menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan harga cabai di pasaran dan umur simpan cabai yang relatif pendek juga menjadi salah satu keterbatasan bagi petani untuk dapat menjual hasil panen pada saat harganya tinggi. Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah sentra tanaman cabai dimana penanganan pasca panen cabai di penyimpanan masih merupakan masalah utama terutama saat panen raya. Terkait dengan masalah tersebut apabila tersedia peralatan penyimpanan yang efektif dalam memperlambat kerusakan proses pembusukan cabai maka petani dapat menyimpan produksinya lebih lama untuk menunggu harga jual yang lebih baik. Oleh karena itu perlu adanya teknologi penyimpanan yang bersifat murah dan mudah diaplikasikan sehingga petani dapat mengatur waktu yang tepat untuk dijual. Zeer pot merupakan teknologi sederhana yang bekerja dengan prinsip pendinginan evaporatif tanpa menggunakan energi listrik. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani cabai dalam menangani penyimpanan pasca panen tanpa mengurangi kualitas cabai dan dapat mengatur kapan waktu menjual dengan harga yang baik, sehingga petani mendapatkan keuntungan yang berdampak pada peningkatan pendapatan. Pada tahun 2017 di Desa yang sama kami dengan tim telah melaksanakan kegiatan penelitian, Tahun 2020 dan 2022 juga melaksanakan pengabdian Masyarakat yang kaitannya masih dengan cabai merah. Pengabdian di tahun 2025 ini diharapkan dapat melengkapi kegiatan sebelumnya sehingga petani di desa tersebut mendapat pengetahuan yang cukup lengkap dari budidaya hingga pasca panen.
Dengan diperkenalkan teknologi Zeer pot ini kepada petani diharapkan dapat membantu petani secara individu maupun kelompok tani dalam hal penyimpanan pasca panen cabai sehingga petani dapat menentukan waktu yang tepat untuk menjual hasil panen cabainya, sehingga akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap pendapatan petani
dengan teknologi zeer pot dapat mempertahankan kualitas cabai di penyimpan dengan waktu yang lebih lama yang awalnya hanya 3-4 hari dengan zeerpot bisa 7-15 hari bahkan untuk paprika bisa hingga 1 bulan